CURAH HUJAN TINGGI, PETANI KEMBALI TANAM PADI | Himaseta UNEJ

CURAH HUJAN TINGGI, PETANI KEMBALI TANAM PADI

Sudah beberapa pekan terakhir ini, Jember diguyur hujan. Bagi sebagian orang, mungkin musim hujan memberikan dampak yang kurang baik, namun begitu juga sebaliknya, ada pula sebagian orang yang menilai bahwa musim hujan memberikan keuntungan tersendiri.

Salah satu, manfaat musim hujan ini, sangat dirasakan oleh kalangan petani, karena dengan adanya hujan tersebut, mereka tak perlu takut lahan mereka mengalami kekeringan seperti saat musim kemarau, yang hingga merugikan.

Jika pada waktu musim kemarau lalu, para petani berbondong-bondong untuk menanam tembakau, berbeda dengan sekarang yang mayoritas para petani kembali menanam padi.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya para petani, yang menanam padi saat ini, sebagian dari petani kembali menanam padi, dikarenakan cuaca yang mendukung. Para petani, memang harus jeli dan pandai dalam melihat kondisi lingkungan sekitar.

Seperti yang diungkapkan salah seorang petani di Kalisat, Sholeh, dimulainya menanam padi di lahan miliknya, karena pertimbangan kondisi cuaca cukup mendukung. “Kalau saya, bisanya jika ingin bertanam sesuatu itu, saya biasanya melihat sikon dulu, jika saat ini cocoknya bertanam pari, ya saya tanam pari, karena musim hujan, jika bertanam seperti ranti, atau cabe, bisa rusak, kalau sudah rusak, kan rugi,”ujarnya.

Dengan banyaknya para petani yang kembali menanam padi, juga dapat membantu menambah stok beras, sehingga dimungkinkan jika stok beras sudah bertambah, maka harga beras yang sampai saat ini, masih bertahan dengan harga tinggi, dapat distabilkan kembali.

“Kalau menurut saya beras kan merupakan salah satu bahan pangan pokok utama, Jadi meski harganya sampai skarang masih belum juga mengalami penurunan, namun beras kan masih tetap dicari ,dengan datangnya musim hujan ini, diharapkan bisa memeberikan pasokan beras yang lebih banyak, sehingga dengan banyaknya pasokan beras, diharapkan dapat segera menstabilkan kembali harga beras tersebut” imbuh Sholeh.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ardi, bahwa seorang petani itu juga harus memiliki skill juga “seorang petani itu harus memiliki skill dan juga harus pandai membaca kondisi, misalnya seperti sekarang ini, musim hujan, paling cocok itu untuk bertanam apa. Kita harus tau, karena jika salah sedikit saja, bisa berakibat kerugian”tegasnya. (mc_HMS/Ve).

Twitter Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook

No comments yet... Be the first to leave a reply!